Kamis, 29 September 2016

Menjadikan Perbedaan Untuk Saling Melengkapi

Perbedaan sering kali membuat pasangan bertengkar tapi bisa juga menyatukan pasangan menjadi lebih kompak. Berikut ini cara menjadikan perbedaan menjadi perekat hubungan.

Menikmati perbedaan
Jangan jadikan perbedaan sebagai sesuatu yang memisahkan Anda dan pasangan. Memiliki perbedaan justru membuat hubungan cinta Anda semakin komplet. Selayaknya memiliki kedua mata yang melihat dari sisi berbeda. Anda bisa menggunakan perbedaan untuk menciptakan keseimbangan dalam hubungan. Selain itu, berbagi hal-hal yang tak saling diketahui adalah hal yang menarik bukan?


Tidak membosankan
Memiliki pasangan dengan pandangan yang sama tentu menyenangkan dan membuat hubungan menjadi stabil. Tetapi jika hampir semua hal dalam diri pasangan selalu sama dengan Anda, bukankah lama-lama akan menjadi membosankan? Untuk itu, perbedaan justru dibutuhkan untuk membuat hubungan lebih semarak. Berdebat dan bertukar pendapat sesekali bisa membuat hubungan semakin aktif dan memberikan banyak masukan untuk diri Anda dan pasangan.


Memuji satu sama lain
Hal-hal yang berbeda dalam diri pasangan bisa membuat Anda mendapatkan wawasan baru, dan ini hebat. Jadi, seringlah memuji pasangan untuk hal-hal yang berbeda dengan Anda tersebut. Tak ada orang yang sempurna, Anda hanya membutuhkan pasangan yang bisa memenuhi kekurangan Anda serta memuji kelebihan Anda.


Mendukung
Ada hal-hal yang tidak bisa kita lakukan, namun bisa dilakukan oleh pasangan. Misalkan Anda sangat ingin bisa memainkan alat musik, namun tak bisa, sementara itu pasangan bisa melakukannya. Jika ini yang terjadi, dukunglah pasangan dengan kelebihannya itu. Pada akhirnya kelebihan pasangan yang berbeda dari kita ini bisa membuat kita semakin mengagumi dan sayang padanya. Begitu juga, pasangan akan merasa dihargai dengan kelebihannya.


http://cincindepok.com

Minggu, 25 September 2016

Indahnya Pernikahan

Kenikmatan menikah akan dirasakan tidak hanya oleh fisik, tapi juga batin. Menikah merupakan jalan yang akan membawa seseorang kepada kehidupan baru yang penuh keindahan di dalamnya. Memasuki pernikahan, laksana berada di sebuah taman yang memberikan suasana tenteram dan bahagia. Sangat sejalan dengan firman Allah SWT dalam surat Ar-Ruum ayat 21.
Sungguh suatu keindahan yang tiada tara dari bertemunya dua orang yang saling mencintai. Jika satunya sakit, satunya lagi merawatnya. Jika satunya sedih, yang satunya lagi akan menghibur. Jika satunya meninggal, satunya lagi akan mengharap pertemuan kembali di surga. Keduanya saling memperhatikan, baik dalam suka maupun duka. Hidup menjadi lebih bermakna dan teratur.
Kehidupan rumah tangga laksana sebuah bangunan yang saling menopang dan melengkapi. Suami berperan sebagai pemimpin, istri berperan sebagai pengikut. Terbangunnya ketaatan dan tolong menolong sangat erat mengikat. Jika istri mengurus anak, suami akan membantu. Jika suaminya tidak di rumah, istri mengambil peran sebagai wakilnya untuk menjaga rumah seisinya.
Menikah merupakan kunci yang akan membuka semua pintu yang selama membujang belum terbuka sempurna. Di antaranya ialah pintu rezeki. Artinya, rezeki adalah suatu karunia dari Allah yang memang bisa juga diperoleh dengan usaha saja. Namun, rezeki tersebut ada bagian lain yang hanya bisa diperoleh dengan menjalankan syariatnya, yaitu dengan menikah. Dan, jumlahnya tidak terkira sesuai dengan kehendak-Nya.

Rabu, 21 September 2016

Cincin Platinum

Untuk pasangan yang sedang mencari cincin nikah platinum bisa datang langsung ke Duta Jewellery dan order sesuai keinginan.









Workshop Duta Jewellery

Alamat
Perumahan Pondok Duta 1 Jl. Duta 2 No.16 Cimanggis Depok

Telepon
08128698912 
081317973662
PIN BB 31735cd6

Duta Jewellery 2

Alamat
Depok Town Square
Lantai 1 FS 17 No.7 Depok
        
Telepon
082114761073
089671973026
PIN BB 7d1cc353





Sabtu, 17 September 2016

Belajar Menyelesaikan Masalah Dari " Aisyah" Istri Rasulullah

Manusia hidup tentu akan bertemu dengan masalah. Hal tersebut seperti bagian dari skenario yang ditentukan ‎​اَللّÙ‡ُ baik untuk pembelajaran maupun untuk menunjukkan tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan-Nya.
Masalah dapat didefinisikan sebagai perasaan atau kesadaran tentang adanya suatu kesulitan yang harus dilewati untuk mencapai tujuan. Masalah juga dapat diartikan sebagai kondisi disaat kita berbenturan dengan realitas yang tidak diinginkan.
Tanpa sadar kadang masalah yang datang dapat menyita pikiran kita. Disinilah diperlukan sikap dan pengetahuan agar dapat menghadapi masalah dan menemukan solusi yang tepat dan tentunya tidak semakin menjerumuskan kepada masalah lain. Dan yang lebih utama, bagaimana bersikap dan bertindak menghadapi masalah sesuai dengan petunjuk yang diberikan Allah.
Terkadang untuk menyelesaikan masalah butuh waktu, namun terkadang masalah dapat selesai dengan cepat. Berikut ini kisah bagaimana ibunda ‘Aisyah menghadapi persoalannya kala itu ?
Persoalan yang dihadapi ‘Aisyah adalah berita bohong. Para kaum munafik menyebarluaskan isu tentang kasus perzinaan ‘Aisyah dengan Shafwan bin Mu’aththal. Ketika pulang dari sebuah peperangan, ‘Aisyah terlambat dari rombongan. Ia pulang diantar Shafwan dan menaiki untanya. Setelah itu isu tentang perzinaan ini pun menyebar luas, laksana api yang dengan cepat membakar rerumputan kering.
Persoalan ‘Aisyah kala itu ada dua hal, pertama, ‘Aisyah mendapati dirinya sendirian karena sudah ditinggal rombongan pasukan. Kedua, ketika isu ini beredar di luar, ia tidak mengetahui bahkan tidak terlintas di dalam pikirannya sama sekali. Lantas apakah yang dilakukan ‘Aisyah untuk menghadapi dua persoalan tersebut?
Sadar Bahwa Tengah Menghadapi Masalah
Harus diketahui bahwa sebuah persoalan tidak akan berarti jika orang yang tertimpa atau memiliki hubungan dengan persoalan tersebut tidak menyadarinya. Begitu pun dengan ‘Aisyah, ia sadar betul akan adanya masalah yang sedang dihadapi. Ketika kembali dari mencari kalung yang hilang dan mendapati rombongan pasukan sudah pergi meninggalkannya, ‘Aisyah sadar kalau ia sedang dalam masalah. Ini persoalan pertama.
Sedangkan terhadap persoalan kedua, dimana ia dituduh melakukan zina, ‘Aisyah segera merasa kalau sedang ada masalah ketika diberitahu Ummu Misthah tentang isu yang sedang beredar di masyarakat. Pada awalnya ‘Aisyah tidak merasakan hal itu. Maka ia heran atas celaan Ummu Misthah terhadap anaknya, dan ia pun membelanya karena Misthah termasuk salah satu sahabat yang ikut dalam perang badar.
Menjaga Emosi dan Tetap Tegar
Ibunda kita ‘Aisyah mampu menahan emosinya di saat menghadapi persoalan yang menimpanya. Padahal situasi yang ia alami kala itu sangat mencekam. Tertinggal sendirian oleh rombongan pasukan di medan perang. Dan ia pun tetap dapat mengontrol dirinya ketika mendengar isu yang sesungguhnya dapat membuatnya tertekan. Tentu saja ‘Aisyah kaget dan limbung atas isu-isu yang tersebar luas menyangkut dirinya. Namun meskipun begitu, ‘Aisyah tetap sabar karena mengingat firman Allah,
“Maka hanya bersabar itulah yang terbaik (buatku). Dan kepada Allah saja memohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan. (Yusuf [12]:18)
Ketegaran hati yang dimiliki ‘Aisyah tercermin dengan selalu memohon perlindungan Allah melalui doa, shalat, zikir, berbaik sangka kepada Allah dan umat muslim yang terkait dengan isu tentang dirinya, serta mengharap datangnya kebaikan. Sisi keimanan secara umum juga sangat berpengaruh dalam hal ini, sehingga keimanan harus tetap dijaga pada setiap fase penyelesaian masalah.
Semua inilah yang dilakukan oleh ‘Aisyah. Meskipun isu-isu itu mampu membuat ‘Aisyah terpukul, tapi ia tetap tidak kehilangan akal sehat.
Terhadap persoalan pertama, ‘Aisyah menyimpulkan kalau rombongan pasukan memang sudah meninggalkannya, dan ia tertinggal sendirian. Hal ini membuat ‘Aisyah mengkhawatirkan diri sendiri kalau sampai meninggal dunia, mendapat musibah, atau mengalami tindak kekerasan. Sedangkan terhadap persoalan kedua, ‘Aisyah sudah menyimpulkan dan mengetahuinya. Isu yang beredar saat itu adalah ia dituduh berbuat zina. ‘Aisyah sudah memikirkan tuduhan tersebut dan konsekuensi yang mungkin timbul karenanya.
Memikirkan Solusi
‘Aisyah memikirkan solusi yang mungkin berguna untuk menyelesaikan persoalannya. Yang terbersit dalam benak ‘Aisyah waktu itu adalah sejumlah hal berikut:
1.Menyusul rombongan pasukan. Tapi ia tidak memiliki kendaraan, sedang malam sudah gelap dan ia pun rasanya tidak mungkin berjalan sendirian
2.Tetap berada di tempat semula sambil bersembunyi
3.Pergi ke tempat lain
4.Menunggu di tempat semula dengan harapan rombongan pasukan atau sebagian mereka akan kembali lagi ke tempat itu. Sebab apabila rombongan tahu kalau ia tidak ada, tentu mereka akan segera kembali ke tempat semula untuk mencari.
5.Mencari seseorang yang mungkin tertinggal dari rombongan seperti yang ia alami, atau menunggu seseorang yang mengikuti rombongan pasukan dari jauh.
Sedangkan terhadap persoalan kedua, yang terbersit pada benak ‘Aisyah adalah;
1.Membela diri
2.Menyerahkan hal itu kepada Rasul, sementara ia tetap berada di rumahnya. Namun sepertinya ‘Aisyah melihat kalau Rasulullah terpengaruh dengan isu tersebut, di samping isunya sudah menyebar luas di masyarakat
3.Pulang ke rumah bapak ibunya, bersabar dan menyerahkan semuanya kepada Allah
4.Menerapkan solusi paling tepat di antara solusi-solusi yang ada
Solusi
‘Aisyah memilih untuk tetap berada di tempat semula dengan harapan rombongan pasukan atau sebagian dari mereka kembali lagi untuk menjemput. Benar saja, Shafwan datang. Waktu itu, ‘Aisyah menyangka kalau Shafwan memang diutus rombongan untuk menjemputnya. Oleh karena itu, ‘Aisyah langsung menaiki unta Shafwan tanpa berbicara sedikit pun. Dan karena anggapan seperti ini juga, ‘Aisyah tidak pernah terbetik dalam pikirannya bakal ada isu-isu miring tentang dirinya. Sebab ia menyangka bahwa Shafwan memang diutus rombongan untuk mencari dan membawanya menyusul rombongan.
Sedangkan mengenai masalah tuduhan zina, ‘Aisyah meminta izin kepada Rasulullah untuk pulang ke rumah keluarganya. Sebab persoalan ini butuh kejelasan lebih lanjut selagi belum turun wahyu yang menjelaskannya. Selain itu, menghadapi persoalan semacam ini juga butuh kepala dingin agar bisa berpikir tenang. Kepulangan ‘Aisyah ke rumah orangtuanya mengandung banyak hikmah dan kecerdikan. Oleh karena itu, Rasul pun segera memenuhi keinginan ‘Aisyah tersebut.

Kamis, 08 September 2016

Tips Beradapatasi Diawal Pernikahan

Setelah menikah Anda harus mulai belajar untuk beradapatasi dengan pasangan karena setelah menikah Anda akan menghabiskan sisa hidup Anda bersamanya. Berikut ini  beberapa hal yang akan dihadapi saat memulai babak pertama dalam pernikahan Anda dan bagaimana cara beradaptasi dengannya.

Bangun dan Tidur
Mulai biasakan bangun pagi bersamanya dan melakukan tugas rumah tangga bersama. Berat memang saat pertama melakukannya dan jarang dari para pasangan suami istri yang berhasil melaluinya. Kenapa tidak jadi yang pertama berhasil melakukannya? Selain menyehatkan bagi tubuh Anda, hal ini bisa semakin menambah romantisme hubungan Anda dengan pasangan. Begitu halnya bila malam hari tiba. Jangan paksakan bila semua hal tidak terjadi seperti yang sudah Anda rencanakan, sampaikan secara halus kalau Anda mungkin nanti tertidur ketika dia pulang dan mintalah dia untuk mengerti kondisi Anda. 

Kebiasaan Buruknya dan Anda
Cobalah tidak berusaha mengubah kebisaan-kebiasaan buruknya secara instan. Sadari kalau semuanya membutuhkan waktu untuk berubah terutama perilaku dan kebiasaan yang sudah sejak kecil dilakukan.  Sama seperti halnya dengan Anda yang menginginkan dirinya untuk menerima masukan dari Anda dengan hati terbuka, hal yang sama juga harus Anda lakukan ketika salah satu kebiasaan buruk Anda mulai mengganggunya. Satu hal lagi yang perlu diingat, Anda pun bukan makhluk yang sempurna. Hanya karena pasangan Anda tidak pernah meributkannya, bukan berarti Anda terbebas dari kebiasaan buruk Anda.

Mulai Melupakan Hal Kecil 
Bersahabat dengan sifat pelupanya yaitu lebih sabar menghadapinya dan jangan berhenti untuk mengingatkannya dengan janji-janji yang sudah dirinya buat dengan Anda. Mungkin hal ini bisa jadi hal yang melelahkan untuk Anda, tapi bukankah janji sehidup semati dalam suka dan duka sudah diucapkan bersama? Sehingga tidak ada kata melelahkan bagi Anda dan dirinya untuk saling mengingatkan agar lebih baik.

Jangan Berhenti Pacaran Dengannya
Walaupun predikat suami istri sudah melekat, tidak ada salahnya bagi Anda dan pasangan untuk tetap bertingkah seperti sepasang kekasih yang masih pacaran. Teruskan kegiatan malam minggu Anda bersama pasangan walaupun terkesan monoton, namun hal itu membuat suasana saat pacaran dulu masih bisa dirasakan hingga saat sudah berumah tangga.


http://cincindepok.com

Minggu, 04 September 2016

Cincin Nikah Custom

Pernikahan adalah hal yang bersejarah bagi setiap pasangan karena itu setiap pasangan menginginkan segala sesuatunya dapat berjalan dengan lancar. Salah satu hal penting dalam pernikahan adalah cincin pernikahan. Jika ingin pesan cincin pernikahan bisa order Duta Jewellery dengan platinum,emas,palladium dan perak.









Workshop Duta Jewellery

Alamat
Perumahan Pondok Duta 1 Jl. Duta 2 No.16 Cimanggis Depok

Telepon
08128698912 
081317973662
PIN BB 31735cd6

Duta Jewellery 2

Alamat
Depok Town Square
Lantai 1 FS 17 No.7 Depok
        
Telepon
082114761073
089671973026
PIN BB 7d1cc353





 

Blogger news

Blogroll

About